Industri perfilman Australia berawal dengan
diluncurkannya The Story of the Kelly Gang pada tahun
1906, yang dianggap sebagai film berfitur panjang pertama, tetapi baik
produksi film fitur Australia maupun distribusi fitur-fitur buatan Britania
mengalami kemunduran secara dramatis setelah Perang Dunia I karena
studio-studio dan para distributor Amerika memonopoli industri perfilman dan pada
dasawarsa 1930-an kira-kira 95% film fitur yang berlatarkan Australia dibuat di Hollywood. Pada akhir dasawarsa 1950-an produksi
film fitur di Australia berhenti dan tidak ada film fitur Australia yang dibuat
di antara tahun 1959 dan 1969.
Karena prakarsa yang
dicetuskan oleh pemerintah federal Gorton dan Whitlam, Gelombang Baru sinema Australia dari dasawarsa
1970-an membawa film-film yang provokatif dan sukses, beberapa di antaranya
mengeksplorasi masa lalu kolonial negara ini, seperti Picnic at Hanging Rock dan Breaker Morant, sedangkan genre
yang juga disebut "Ocker" menghasilkan beberapa fitur komedi berbasis
perkotaan yang sangat sukses di antaranya The Adventures of Barry McKenzie dan Alvin Purple. Hit terakhir di
antaranya Mad Max dan Gallipoli. Film-film
yang sukses dan lebih baru adalah Shine dan Rabbit-Proof Fence. Aktor Australia
yang terkenal di antaranya Judith Anderson, Errol Flynn, Nicole Kidman, Hugh Jackman, Heath Ledger, Geoffrey Rush, dan sutradara
bersama Sydney Theatre Companysaat ini, Cate Blanchett.
Australia memiliki dua lembaga
penyiaran umum (Australian Broadcasting
Corporation dan Special Broadcasting Service yang multikultur), tiga jejaring
televisi komersial, beberapa layangan televisi berlangganan, dan berbagai macam stasiun radio dan
televisi umum dan tidak berorientasi laba. Tiap-tiap kota besar memiliki paling
sedikit satu surat kabar harian, dan terdapat
dua surat kabar harian nasional, The Australian dan The
Australian Financial Review. Pada tahun
2010, Reporters Without Borders menempatkan Australia pada peringkat
ke-18 dari 178 negara berdasarkan taraf kebebasan
pers, lebih buruk daripada Selandia Baru (ke-8) tetapi lebih
baik daripada Britania Raya (ke-19) dan Amerika Serikat (ke-20). Peringkat yang relatif rendah ini
utamanya disebabkan oleh keanekaragaman kepemilikan media komersial yang
terbatas di Australia; sebagian besar
media cetak berada di bawah kendali News
Corporation dan Fairfax Media
No comments:
Post a Comment