Tuesday, January 28, 2014

INDUSTRI PERFILMAN AUSTRALIA



    Industri perfilman Australia berawal dengan diluncurkannya The Story of the Kelly Gang pada tahun 1906, yang dianggap sebagai film berfitur panjang pertama, tetapi baik produksi film fitur Australia maupun distribusi fitur-fitur buatan Britania mengalami kemunduran secara dramatis setelah Perang Dunia I karena studio-studio dan para distributor Amerika memonopoli industri perfilman dan pada dasawarsa 1930-an kira-kira 95% film fitur yang berlatarkan Australia dibuat di Hollywood. Pada akhir dasawarsa 1950-an produksi film fitur di Australia berhenti dan tidak ada film fitur Australia yang dibuat di antara tahun 1959 dan 1969.
    Karena prakarsa yang dicetuskan oleh pemerintah federal Gorton dan Whitlam, Gelombang Baru sinema Australia dari dasawarsa 1970-an membawa film-film yang provokatif dan sukses, beberapa di antaranya mengeksplorasi masa lalu kolonial negara ini, seperti Picnic at Hanging Rock dan Breaker Morant, sedangkan genre yang juga disebut "Ocker" menghasilkan beberapa fitur komedi berbasis perkotaan yang sangat sukses di antaranya The Adventures of Barry McKenzie dan Alvin Purple. Hit terakhir di antaranya Mad Max dan Gallipoli. Film-film yang sukses dan lebih baru adalah Shine dan Rabbit-Proof Fence. Aktor Australia yang terkenal di antaranya Judith Anderson, Errol Flynn, Nicole Kidman, Hugh Jackman, Heath Ledger, Geoffrey Rush, dan sutradara bersama Sydney Theatre Companysaat ini, Cate Blanchett.
     Australia memiliki dua lembaga penyiaran umum (Australian Broadcasting Corporation dan Special Broadcasting Service yang multikultur), tiga jejaring televisi komersial, beberapa layangan televisi berlangganan, dan berbagai macam stasiun radio dan televisi umum dan tidak berorientasi laba. Tiap-tiap kota besar memiliki paling sedikit satu surat kabar harian, dan terdapat dua surat kabar harian nasional, The Australian dan The Australian Financial Review. Pada tahun 2010, Reporters Without Borders menempatkan Australia pada peringkat ke-18 dari 178 negara berdasarkan taraf kebebasan pers, lebih buruk daripada Selandia Baru (ke-8) tetapi lebih baik daripada Britania Raya (ke-19) dan Amerika Serikat (ke-20). Peringkat yang relatif rendah ini utamanya disebabkan oleh keanekaragaman kepemilikan media komersial yang terbatas di Australia; sebagian besar media cetak berada di bawah kendali News Corporation dan Fairfax Media

No comments:

Post a Comment